Senin, 11 April 2011

WAYANG KULIT

Wayang kulita merupakankesenian tradisional yang berusian ratusan tahun. Dalam pertunukan wayang kulit, penonyon dapat menyaksikan dari arah depan atau dari arah belakang. dari belakang penonton akan melihat bayang-bayang wayang didalam kelir ( tirai kain putih untuk menangkap bayangan wayang kulit ). Bayang-bayang inilah yang mungkin cikal bakal lahirnya istilah wayang yang berarti bayang-bayang. Dapat ditafsirkan bahwa cerita dalam pewayangan mencerminkan bayang-bayang manusia didunia.
Wayang kilut gaya Yogyakarta mempunyai tampilan fisik yang berbeda dengan wayang dari daera lain. perbedaanya terleatak pada bebrpa hal " wayanag haya Yogyakarta terkesan dinamis atau terlihat bergerak: ditandai dengan tampilan posisi kaki yang melangkah lebar seperti orang sedang melangkah : tampilanbentuk luarnya lebih tambun dan tidak berkesan  kurus; tangannya sangat panjang hinggamenyentuh kaki; serta tatahanya inten-intenan, terutama pada pecahan uncal kencana , sumping, turido dan bagian busana lainnya. dilihat dari sunggingannya ( lukisan / perhiasan yang diwarnai dengan cat), digunakan sungging tlancap/ sungging sorotan, yaitu unsur sungging yang berbentuk segitiga  terbalik yang lancip-lancip seperti bentuk timbul pada motif kain bayik' dan dibagian sinten sinten atau lemahan, yaitu bagian diantara kaki depan  dan kaki belakang, umunya diberi warna merah.
Untuk mengetahui wayang gaya Yogyakarta, ditentukan dari jenis mata wayang, mulut wayang, bentuk mahkota, jenis pakaian kain (dodot) dan posisi kaki serta atribut lainnya merupakan beberapa atribut yang perlu diperhatikan untuk mengenal wayang Yogya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar