Senin, 14 November 2011

PENDUDUK DAN KEGIATAN WARGA SENDAWO

Penduduknya  ramah – ramah, Mayoritas penduduk di Sendowo Lor  bekerja sebagai petani  dan beternak ( sapi, kambing) peduduknya sangat rajin, mulai pagi-pagi mereka berangkat  kesawah untuk ber cocok taman di sawah / ladang mereka . Mereka tidak kenal lelah dalan mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, Ada beberapa enduduk yang tidak hanya bertai. Namun, mereka merantau ke kekota. Karena penghasilan mereka  sebagi petani belium dapat mencukupi kebutuhan . Penduduk yang tidak pergi ke kota  melakukan pekerjaan sampingan seperti membuat mebel dan menjadi tukang bangunan, dll.
Disini juga ada posyandu dimanan para orang tua datang untuk mengetahui barat badabn mdan kesehatan anak-anaknya. Namun terkadang ada petugas dari pukesmas yang datanguntuk memeriksa para balita. Pada posyandu ini tidak khususu untuk balita  tetapi juga untuk para orang tua atau lajut usia ( Lansia) juga ikut bergabung.
Kesenian didusun Sendowo lor adalah kesenian Karawitan. Kesenian ini mulai ditinggalkan namun, karena kesadaran para warga untuk melestarikannya sangat tinggi dengan tetap memainkan gamelan para warga bisa mempertahankan kesenian ini. Para warga tidak perlu menyewa gamelan  karena sudah mempunyai gamelan sendiri yang disimpan dirumahsalah satu warga.
          Dusun kami juga memiliki fasilitas yang tidak ketinggalan, kami mempunyai  masjid yang selalu ramai digunakan untuk beribadah. Balai dusun untuk menyelenggarakan permusyawarahan.
           
 

Sabtu, 29 Oktober 2011

HONEY DIPPER

Honey dipper adalah peralatan yang digunakan unutk memindahkan madu dari stoples. Alat ini berupa gagang panjang dengan kepala lonjong berlubang-lubang. Dalam satu hal, alat ini berfungsi sebagai sendok. Alat ini tidak bisa dipakai ununtuk menyuap atau menakar.
          Dengan Honey dipper\, bila kita memindahkan madu ketempat lain tidak akan menetes dibandingkan bila menggunakan sendok biasa. Dengan menggunakan piranti ini, madu yang bersifat kental dan memiliki ketegangan permukaan tinggi, tertarikmsauk kedalam lubang-lubangnya. Madu akan mengalirketika posisi dipper berubah, sehingga lubang-lubangnya dalam keadaan vertical.
          Honey Dipper biasanya terbuat dari kayu. Sebab, kayu tidak mengalami perusakan bila dicelupkan dalam madu dalam waktu yag panjang. Bahan kayu juga sangat Porous (berpori) dan tidak merusak rasa dan aroma mafu. Biasanya orang tidak langsung  mencuci Honey dipper selesai digunakan, tetapi tetap dalam wadah madunya.

Jumat, 28 Oktober 2011

TAMAN WISATA ALAM KALIURANG

Pada awal abad 19, para ahli Geolagi di Yogyakarta mencari lokasi yang nyaman untuk tempat peristrahatan. Sampailah mereka di Kaliurang yang terletak kurang lebih 25 Km Utara kota Yogyakarta meraka terpesona oleh keindahan alam dan kesejukan wilayah yang ketinggian 1000 m dpl ini. Mereka pun membuat penginapan disana. Para petinggi militer Belanda pun banyak yang suka melepas lelah ditempat tersebut.
                Ada 20an bangunan bersejarah di Kaliurang. Salah satunya adalah Pesanggrahan Ngeksigondo milik Kraton Yogyakarta yang pernah digunakan sebagai tempat perundingan antara pemerintah RI dengan Belanda yang diwakili Komisi Tiga Negara : Belgia, Australia, dan AS. Kemudian, terbitlah Notulen Kaliurang. Hotel Vogels yang dibangun Belanda pada tahun 1926 dan Museum Ullen Sentalu yang berii barang-barang pribadi putrid-putri Keaton Jawa masa lalu juga merupakan bangunan bersejarahh dikawasan Kaliurang.
                Kawasa wisata seluas 18 ha ini terdiri dari berbagai objek wisata. Dikawasan Bukit Plawangan terdapat Gua Jepang, Berbagai hewan dan tanaman asli Merapi. Selain sebagai tempat konservasi Floran dan fauna, Bukit Plawangan juga merupakan ibjek wisata keluarga yang dulengkapi tempat  bermain anak. Pengujung dapat mankdi dari mata air pegunungan yang jernih dikolam renang Telogo Putrid an Telogo Nirmala. Bagi yang suka wisata spiritual dapat melakukan tirakatan diBukit Turgo. Tempat ini dipercaya sebagai makam Kyai Sapujagad, penguasa mistis Keraton Merapi.
                Puncak Merapi juga dapat dilihat dari gardu pandang yang teraletak ditepi Sungai Boyong. Dapat juga dengan memanjat dari menara pemantaun gunung Merapi.

Jumat, 05 Agustus 2011

GARRA RUFA SI IKAN DOKTER

   Nama ikan Garra rufa belum begitu populer di kalangan penghobi. Namu dikalangan kedokterandan mereka yang berkecimpung di bidang pengobatan panyakit kulit, Garra rufa sudah cukup populer dan sering pula disebut dengan Odoctor fishO.
    Dinegara luar, nama Garra rufa sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Beda ditanah air,nam ikan ini baru mulai dikenal terutama kalangan tertentu saja. Karena mereka yang memelihara Garra rufa bukab dari kalangan hobiis mlainkan mereka yang memiliki klinik atau spa.
    Tentu ada alasan tersendiri mengapa ikan ini dijuluki seperti itu. Sebelumnya kita harus mengetahui kebiasaan yang dimiliki ikan berukuran kecil ini. Dihabitat aslinya, ikanini memakan organisme berukuran kecil. Pada musim tertentu jumlah pakan yang tersedia cukup melimpah. Akan tetapi pada musim panas jumlah organisme yang bisa dimakan menurun jumlahnya bahkan jarang ditemukan.
    Dalam kondisi seperti itu,biasanya ika akan mengigit sesuatu apapun yang berada didekatnya dengan harapan bisa menemuka pakan. Ketika mengigit, ikan ini mengeluarkan suatu enzim yang unik dan disebut dengan dithranol (anthralin).
    Bila ikan Garra rufa mengigit kulit manusia, enzim ini diyakini akan bekerja dengan baik menumbuhkan sek kulit yang telah mati dengan sel baru. Trutama mereka yang memang sedang mengalami penyakit kulit. Literatur lain mengatakan, ikan Garra rufa akan mengigit sel kulit mati dan membiarkan sel yang masih untuk tumbuh.
    Kemudian ikan ini banyak dignkan untuk pengobatan atau terapi bagi merek yang punya penyakit kulit. Dari situlah asal muasal ulukan doctor fish atau ikan ddokter diberikn untuk Garrra rufa. Bila para hobiis memiliki ikan Garra rufa, maka coba memasukkan kaki atau tangan kedalam akuarium, ikan-ikan tersebut akan mengigit dengan lembut bagian permukaan kulit.

KARAKTERISTIK
    Tentu sebagian diantara kita masih bertanya -tanya bagaimana karakteristik dari ikan garra rufa. Darai beberapa  literatur terungkap kalau GarraRufa termasuk family Cyprinidae atau golongan ikan carp atau ikan mas. HAl ini bisa diketahui dari bentuk tubuhnya yang mirip dengan ikan mas. yaitu memanjang dengan sirip  cagak, serta kumis pendek diujung mulut.
Meski secara fisik memiliki kemiripan dengan ikan mas, namu dari ukurannya relatif kecil, yaitu sekitar 15 cm. kebanyakan ikan ini ditemukan dengan panjang sekitar 10 cm.
  Konon ikan mulai mendapatkan perlindungan untuk mengurngi aksploitasi atau pengiriman keluar. Sehingga tak heran jjika ikan ini tidak banyak ditemukan di showroom-showroom ikan hias,apalagi di pedangan ikan pinggir jaln atu kaki liman...

ASAL-USUL
   Bicata seputar asal usul  dan distribusinya, ikan berukuran kecil ini banyak  ditemukan dibeberapa negara timur tengah seperti Irak, Israel,Jordania,Turki dan syira . bahkan  ada informasi yang menyatakan kalu Garrarufa juga ditemukan diwilayah oman dan Saudi Arabia.
sekatang sudah banyak menyebar diwilayah asin seperti Jepang Ghina Hongkonga termasuk malaysia. Sedangkan warga Indonesia , mulai banyak yang mendatangkannya dari negara luar.

HABITAT
   Menurut hassil penelitian, Garra Rufa banyak ditemukan dipermukann perairan yang punya karakteristik nerlumpur, baik sungai atau danau.

SUHU
   garra Rufa memiliki kisaran suhu 15 sampai 28oC. Lebarnya range suhu tersebut meujukkan kalau Garra Rufa cukup adaptifterhadap parameterair. Bahkan kono ada yang mengatakan iakn ini bisa hidup dikolan hngat dengan suhu sekitar 37oC.                                                           

AGRORIS EDISI 829

Senin, 13 Juni 2011

ETOS KERJA

 A PENGERTIAN ETOS KERJA

        Kamus Wikipedia menyebutkan bahwa etos berasal dari bahasa Yunani; akar katanya adalah ethikos, yang berarti moral atau menunjukkan karakter moral. Dalam bahasa Yunani kuno dan modern, etos punya arti sebagai keberadaan diri, jiwa, dan pikiran yang membentuk seseorang. Pada Webster's New Word Dictionary, 3rd College Edition, etos didefinisikan sebagai kecenderungan atau karakter; sikap, kebiasaan, keyakinan yang berbeda dari individu atau kelompok. Bahkan dapat dikatakan bahwa etos pada dasarnya adalah tentang etika.
Etika tentu bukan hanya dimiliki bangsa tertentu. Masyarakat dan bangsa apapun mempunyai etika; ini merupakan nilai-nilai universal. Nilai-nilai etika yang dikaitkan dengan etos kerja seperti rajin, bekerja, keras, berdisplin tinggi, menahan diri, ulet, tekun dan nilai-nilai etika lainnya bisa juga ditemukan pada masyarakat dan bangsa lain. Kerajinan, gotong royong, saling membantu, bersikap sopan misalnya masih ditemukan dalam masyarakat kita. Perbedaannya adalah bahwa pada bangsa tertentu nilai-nilai etis tertentu menonjol sedangkan pada bangsa lain tidak.
Dalam perjalanan waktu, nilai-nilai etis tertentu, yang tadinya tidak menonjol atau biasa-biasa saja bisa menjadi karakter yang menonjol pada masyarakat atau bangsa tertentu. Muncullah etos kerja Miyamoto Musashi, etos kerja Jerman, etos kerja Barat, etos kerja Korea Selatan dan etos kerja bangsa-bangsa maju lainnya. Bahkan prinsip yang sama bisa ditemukan pada pada etos kerja yang berbeda sekalipun pengertian etos kerja relatif sama. Sebut saja misalnya berdisplin, bekerja keras, berhemat, dan menabung; nilai-nilai ini ditemukan dalam etos kerja Korea Selatan dan etos kerja Jerman atau etos kerja Barat.
Bila ditelusuri lebih dalam, etos kerja adalah respon yang dilakukan oleh seseorang, kelompok, atau masyarakat terhadap kehidupan sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Setiap keyakinan mempunyai sistem nilai dan setiap orang yang menerima keyakinan tertentu berusaha untuk bertindak sesuai dengan keyakinannya. Bila pengertian etos kerja re-definisikan, etos kerja adalah respon yang unik dari seseorang atau kelompok atau masyarakat terhadap kehidupan; respon atau tindakan yang muncul dari keyakinan yang diterima dan respon itu menjadi kebiasaan atau karakter pada diri seseorang atau kelompok atau masyarakat. Dengan kata lain, etika kerja merupakan produk dari sistem kepercayaan yang diterima seseorang atau kelompok atau masyarakat. 

B. PENGETAHUAN AGAMA

1. Pengertian agama
      Definisi agama menurut sosiologi adalah definisi yang empiris. Sosiologi sosiologi tidak pernah memberikan definisi agama yang evaluatif (menilai). Ia “angkat tangan “ mengenai hakiki agama , baiknya atau buruknya agama atau agama-agama yang tengah diamatinya. Dari pengamatan ini ia hanya sanggup memberikan definisi yang deskriptif (menggambarkan apa adanya), yang mengungkapkan apa yang dimengerti dan dialami pemeluk-pemeluknya.

2. Pengertian Pengetahuan dan Pengamalan Keagamaan
      Pengetahuan merupakan cipta karsa dan budaya, yang dapat dirasakan oleh semua orang yang berusaha ingin mengetahui dan mempelajarinya. Pengetahuan juga dapat dikatakan sebagai fenomena-fenomena yang mengungkapkan dan menjelaskan suatu hal tertentu, baik mengenai objek maupun lapangannya yang merupakan suatu kesatuan yang sistematis, dan memberikan penjelasan yang dapat bertanggung jawabkan dengan menunjukka sebab-sebab hal itu.
Sedangkan pengamalan keagamaan terdiri dari dua kata yaitu kata pengamalan dan keagamaan. Pengamalan kata dasarnya adalah “amal” yang berarti perbuatan-perbuatan yang baik. Kata amal mendapatkan awalan “peng” dan akhiran “an”, menjadi pengamalan yang berarti hal, cara hasil atau proses kerja mengamalkan.
Adapun kata keagamaan berarti yang berhubungan dengan nialai-nilai agama yang diajarkan dalam syariat Islam. Jadi pengamalan keagamaan menurut bahasa adalah proses kerja mengamalkan suatu perbuatan yang berhubungan dengan agama.

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Pengetahuan dan Pengamalan Keagamaan.
     Perlu dikemukakan kembali dalam pembahasan ini, bahwa dalam membicarakan masalah tentang keagamaan, karena pengetahuan dan pengamalan keagamaan merupakan perwujudan dari sikap keagamaan seseorang. Dengan demikian, yang dimaksud factor-faktor yang mempengaruhi dan pengamalan keagamaan disini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi sikap keagamaan seseorang. Sikap keagamaan merupakan suatu keadaan yang ada dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk bertingkah laku sesuai dengan kadar ketaatannya terhadap agama. Sikap keagamaan tersebut oleh adanya konsistensi antara kepercayaan terhadap agama sebagai unsure kognitif, perasaan terhadap agama sebagai unsure afektif, dan perilaku terhadap agama sebagai unsure konatif, jadi sikap keagamaan merupakan integrasi secara komplek antara pengetahuan agama, perasaan agama serta tindakan keagamaan dalam diri seseorang .

C. FUNGSI DAN TUJUAN EETOS KERJA
       Secara umum, etos kerja berfungsi sebagai alat penggerak tetap perbuatan dan kegiatan individu. Menurut A. Tabrani Rusyan, fungsi etos kerja adalah:
a. Pendorang timbulnya perbuatan.
b. Penggairah dalam aktivitas.
c. Penggerak, seperti mesin bagi mobil besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat lambatnya suatu perbuatan .
     Kerja merupakan perbuatan melakukan pekerjaan atau menurut kamus W.J.S Purwadaminta, kerja berarti melakukan sesuatu, sesuatu yang dilakukan . Kerja memiliki arti luas dan sempit dalam arti luas kerja mencakup semua bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam hal materi maupun non materi baik bersifat intelektual maupun fisik, mengenai keduniaan maupun akhirat. Sedangkan dalam arti sempit, kerja berkonotasi ekonomi yang persetujuan mendapatkan materi. Jadi pengertian etos adalah karakter seseorang atau kelompok manusia yang berupa kehendak atau kemauan dalam bekerja yang disertai semangat yang tinggi untuk mewujudkan cita-cita.

Senin, 11 April 2011

WAYANG KULIT

Wayang kulita merupakankesenian tradisional yang berusian ratusan tahun. Dalam pertunukan wayang kulit, penonyon dapat menyaksikan dari arah depan atau dari arah belakang. dari belakang penonton akan melihat bayang-bayang wayang didalam kelir ( tirai kain putih untuk menangkap bayangan wayang kulit ). Bayang-bayang inilah yang mungkin cikal bakal lahirnya istilah wayang yang berarti bayang-bayang. Dapat ditafsirkan bahwa cerita dalam pewayangan mencerminkan bayang-bayang manusia didunia.
Wayang kilut gaya Yogyakarta mempunyai tampilan fisik yang berbeda dengan wayang dari daera lain. perbedaanya terleatak pada bebrpa hal " wayanag haya Yogyakarta terkesan dinamis atau terlihat bergerak: ditandai dengan tampilan posisi kaki yang melangkah lebar seperti orang sedang melangkah : tampilanbentuk luarnya lebih tambun dan tidak berkesan  kurus; tangannya sangat panjang hinggamenyentuh kaki; serta tatahanya inten-intenan, terutama pada pecahan uncal kencana , sumping, turido dan bagian busana lainnya. dilihat dari sunggingannya ( lukisan / perhiasan yang diwarnai dengan cat), digunakan sungging tlancap/ sungging sorotan, yaitu unsur sungging yang berbentuk segitiga  terbalik yang lancip-lancip seperti bentuk timbul pada motif kain bayik' dan dibagian sinten sinten atau lemahan, yaitu bagian diantara kaki depan  dan kaki belakang, umunya diberi warna merah.
Untuk mengetahui wayang gaya Yogyakarta, ditentukan dari jenis mata wayang, mulut wayang, bentuk mahkota, jenis pakaian kain (dodot) dan posisi kaki serta atribut lainnya merupakan beberapa atribut yang perlu diperhatikan untuk mengenal wayang Yogya.

KETOPRAK

Surakarta tahun 1898 wabah pes merajalela dan meminta banyak jiwa. banyak orang yang dirawat dibarak-barak darurat. untuk menghibur rakyat yang sedang menderita, KRT Wreksadiningrat segara mengerahkan para abdi untuk merawat dan mempersembahkan hiburan kesenian. Mereka membawa lesung untuk ditabuh disertai dengan tarian dan nyanyian.
Beberapa seniman mengembangkan ketoprak lesung dengan menambah instrumen musik, seperti siter ( alat musik yang berdawai, bentuknya menyerupai kecapi Sunda), Gender ( Gamelan jawa yang dibuat dari bilah- bilah logam berjumlah empat belas dengan penggema dari  bambu), kendang dan genjring ( rebana kecil yang dilengkapi dengan kepingan lagom bundar pada tangkainya). Mereka mulai manggung diluar tembok keraton dengan memakai  kostum ala Turki atau Arab dengan mengambil cerita rakyat jawa. dialognya dinyanyikan  sambil menari.
Ketoprak langsung dari Solo untuk pertama kali dipentaskan di Yogyakarta pada tahun 1900, yaitu sebagai hiburan dalam rangka memeriahkan perkawinan Agung KGPAA Paku Alam VII dengan RA Puwoso, putri Sunan Pakubuwono X. sejak itu ketoprak berkembang di Yogyakarta.